73af4f0f-cc72-4eb7-a9dc-68f082f772b2_43

Jakarta, Jika ada kerabat yang memorinya terganggu sehingga sering lupa, jangan diabaikan. Jangan-jangan kena alzheimer.

Alzheimer biasanya dialami orang tua. Tapi jangan dianggap wajar karena alzheimer merupakan penyakit yang menyerang otak. Bisa jadi yang dilupakan bukan hanya satu atau dua benda, tapi juga lupa keluarga dan lingkungan sekitar.

Tapi untunglah kini kesadaran masyarakat untuk membawa kerabatnya cek ke dokter untuk memastikan kena alzheimer atau tidak semakin meningkat. Berdasarkan survei di tiga kota (Jakarta, Semarang, dan Yogyakarta) yang dilakukan yayasan Alzheimer’s Indonesia (ALZI), upaya deteksi dini Alzheimer meningkatlebih dari 100 persen.

Dari tahun 2014 ke tahun 2015, kunjungan ke fasilitas kesehatan untuk melakukan deteksi dini demensia meningkat 300 persen.

Dituturkan Direktur Eksekutif ALZI, Dian Purnomo, setelah masyarakat terpapar informasi melalui aneka bentuk kampanye, dilakukan pengecekan ke rumah sakit. Ternyata setelah dapat informasi, masyarakat melakukan pengecekan.

“Tadinya orang-orang nggak tahu kalau kerabatnya lupa-lupa dianggapnya bawel aja, mengada-ada, atau drama. Sekarang orang sudah mulai mikir ‘oh jangan-jangan kena alzheimer’ baru dia datang ke rumah sakit ketemu dokter untuk ngecek,” kata Dian saat peresmian Gerakan Melawan Pikun di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (21/9/2016).

Selain itu diketahui juga kini ada 10 kota di Indonesia yang aktif mandiri melakukan kegiatan untuk lansia dari sebelumnya yang hanya satu kota di tahun 2013. Jumlah relawan yang terdaftar di ALZI juga meningkat dari yang hanya 5 orang pada tahun 2013 menjadi sekitar 1.000 orang tersebar di 23 provinsi.

“Jadi itulah kenapa pengetahuan itu penting. Karena kalau nggak tahu dia nggak akan ngecek,” pungkas Dian.

Sumber : detik.com

%d bloggers like this: