Artikel

Apa perbedaan Alzheimer dengan kepikunan?


Lupa meletakkan barang, tersesat ketika keluar rumah tanpa ditemani, hingga emosi yang naik-turun, menjadi gejala demensia yang sering dialami mereka yang sudah lanjut usia.

Pikun, menjadi sebutan untuk orang tua yang sering mengalami hal-hal tersebut. Kondisi seperti itu sejak lama dianggap menjadi hal yang lumrah jika dialami oleh orang lanjut usia. Beberapa orang pun menyebutnya sebagai ‘penyakit tua’.

Demensia Alzheimer adalah jenis demensia yang paling umum ditemui di masyarakat. Di Indonesia, istilah yang paling dekat dengan demensia memang adalah pikun. Pikun biasanya identik dengan gangguan daya ingat. Namun, demensia tidak terbatas pada gangguan daya ingat saja. Penurunan fungsi kognitif/fungsi pikir yang terjadi akhirnya dapat pula menyebabkan gangguan membuat perencanaan dan keputusan, gangguan berbahasa, gangguan otak dalam memproses sinyal visual yang ditangkap oleh mata, dll.

Demensia bukanlah bagian normal dari penuaan. Demensia disebabkan oleh berbagai jenis penyakit, yang memang lebih umum ditemui pada lansia, meski dapat pula terjadi pada orang yang berusia lebih muda.

Alzheimer merupakan suatu penyakit degeneratif dan progresif yang tidak dapat sembuh dan hanya bisa diperlambat. Cara penanganan yang ada saat ini hanya bertujuan untuk meredakan gejala, memperlambat perkembangan penyakit, serta membantu untuk dapat tetap hidup semandiri mungkin.

Banyaknya orang yang tidak memahami kondisi tergelincirnya memori seperti itu sebagai kondisi demensia, membuat penyakit ini sering terabaikan. Padahal, beberapa penelitian telah menyebut bahwa gejala demensia dapat terlihat 12 tahun sebelum pasien didiagnosa.

Periset di Amerika Serikat menemukan 80 persen pasien demensia, mulai mengalami penurunan ingatan bertahun-tahun sebelumnya. Memang, sebagian para ahli mengatakan tidak perlu khawatir kepada pasien yang mengeluhkan sering lupa meletakkan barang.

Namun tetap saja, jika situasi seperti itu sering dilakukan oleh lansia, anggota keluarga yang lain harus mulai menyadari dan melakukan pencegahan untuk membuat kondisinya tidak semakin akut.

Bagaimana Membedakan Lupa Normal dan Lupa Demensia?

Kalau lupa biasa -apalagi pada lansia- biasanya dapat mengingat kembali, mungkin dalam waktu yang lebih lama atau dengan pancingan. Untuk activity daily living (ADL) juga masih mandiri. Sedangkan pada demensia, lupa akan hal yang baru sehingga akan bertanya berulang-ulang. ADL-nya juga perlu dibantu