alzheimer-_130904234645-408

Sebagian besar dari kasus penyakit Alzheimer disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat seperti kurang berolahraga dan kurang mengonsumsi makanan seimbang gizi serta tidak produktif dalam beraktivitas. Selain itu, Alzheimer’s Indonesia juga mengungkapkan bahwa pikiran negatif dan stres juga dapat memicu risiko Alzheimer di masa mendatang.

“Penyakit demensia (Alzheimer) tidak datang tiba-tiba. Banyak galau, stres, bisa memicu risiko,” terang pendiri Alzheimer Indonesia sekaligus Deputy Regional Director Asia Pacific Regional Office Alzheimer’s Disease International, DY Suharya, saat ditemui bersama Insan Medika di Grand Sahid Jaya Hotel, Sudirman.

Suharya menilai, kekuatan jiwa pada individu menjadi salah satu faktor yang berperan dalam menentukan risiko dari Alzheimer. Suharya mengatakan, bukan berarti tiap individu tidak boleh merasakan kegalauan atau baper alias terbawa perasaan. Suharya menyarankan agar tiap individu bisa memberikan tenggang waktu terhadap kegalauan yang dirasakan.
Karena itu, lanjut Suharya, demensia Alzheimer lebih banyak menyerang wanita daripada pria. Suharya melihat kecenderungan tersebut disebabkan oleh karakter wanita yang cenderung lebih banyak memendam perasaan dibandingkan pria yang cenderung lebih lugas.

“Karakter yang galau, baper, besar risikonya. Kalau mau galau kasih deadline,” kata Suharya.

Pikiran negatif seperti galau dan stres yang dibiarkan dalam waktu lama akan membuat risiko Alzheimer semakin besar. Terlebih jika pikiran-pikiran negatif ini juga ditunjang oleh perilaku hidup yang tidak sehat seperti merokok dan minum alkohol, kurang olahraga, tidak produktif dalam beraktivitas, senang mengonsumsi makanan cepat saji dan kurang asupan makanan seimbang gizi.

“10, 20, 30 tahun lagi bisa saja kena (demensia Alzheimer),” ujar wanita yang akrab disapa DY ini.

Sumber : Republika

%d bloggers like this: