penyakit-alzheimer-menyerang-mereka-yang-di-atas-usia-55-tahun-_160906144249-109

Demensia Alzheimer atau lebih dikenal dengan Alzheimer merupakan salah satu bagian dari demensia yang paling banyak ditemui. Sekitar 60-70 persen dari kasus demensia atau pikun merupakan Alzheimer.

Alzheimer membuat penderitanya mengalami penurunan fungsi otak termasuk fungsi kognitif yang meliputi kemampuan daya ingat, berbahasa, fungsi visuospatial dan fungsi eksekutif si penderita menurun. Penyakit yang dapat menyebabkan kematian ini hanya bisa diperlambat perkembangannya melalui obat-obatan namun tidak bisa disembuhkan secara total.

Oleh karena itu, penting untuk segera melakukan deteksi dini kepada spesialis saraf ketika menemukan gejala-gejala demensia Alzheimer. Berikut ini ialah 10 gejala demensia Alzheimer yang diungkapkan oleh Alzheimer’s Indonesia.

Gangguan Daya Ingat

Salah satu gejala paling menonjol pada penderita Alzheimer ialah sering lupa akan berbagai hal seperti hal yang baru saja terjadi, tempat parkir, hingga janji. Selain itu, penderita Alzheimer juga cenderung mengulang-ulang cerita yang sama dalam suatu percakapan. Tak seperti orang pada umumnya yang juga kadang lupa akan sesuatu, penderita Alzheimer memiliki frekuensi lupa yang sangat tinggi.

Sulit Fokus

Penderita Alzheimer juga biasanya menunjukkan gejala sulit untuk fokus. Kesulitan fokus ini menyebabkan penderita Alzheimer kesulitan untuk melakukan aktivitas, pekerjaan serhari-hari seperti memasak hingga menggunakan telepon. Akibat kesulitan fokus ini, penderita Alzheimer juga sulit untuk melakukan perhitungan yang sederhana dan membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk melakukan suatu pekerjaan.

Sulit Melakukan Kegiatan yang Familiar

Gejala lain yang ditunjukkan oleh Penderita Alzheimer ialah kesulitan untuk merencanakan atau meyelesaikan tugas sehari-hari. Hal ini ditunjukkan dengan kebingungan untuk cara mengemudi hingga sulit mengatur keuangan.

Disorientasi

Mengalami disorientasi atau kebingungan akan waktu merupakan bagian dari gejala yang kerap ditunjukkan penderita Alzheimer. Disorientasi ini juga tak hanya terkait waktu tetapi juga oada tempat. Hal ini membuat penderita Alzheimer kerap bingung di mana mereka berada dan bagaimana mereka sampai di sana. Karena itu, penderita Alzheimer seringkali tidak tahu jalan kembali pulang ke rumah sehingga penderita Alzheimer kerap tersasar.

Kesulitan Memahami Visuospasial

Beberapa kesulitan memahami visuospasial pada penderita Alzheimer dapat dilihat melalui kesulitan untuk membaca, mengukur jarak dan menentukan jarak. Kesulitan lain yang dialami oleh penderita Alzheimer ialah membedakan warna, tidak mengenali wajah sendiri di cermin, menabrak cermin saat berjalan hingga tidak tepat saat menuangkan air ke dalam gelas.

sebanyak-1-dari-10-orang-tua-berusia-65-tahun-_160906145455-712

Gangguan Komunikasi
Pada penderita Alzheimer, komunikasi tak jarang menjadi sesuatu yang sulit. Penderita Alzheimer akan kesulitan untuk berbicara dan mencari kata yang tepat. Karena itu, penderita Alzheimer tak jarang berhenti di tengah percakapan dan bingung untuk melanjutkan kalimat yang hendak penderita Alzheimer ingin bicarakan.

Menaruh Barang Tidak Pada Tempatnya

Lupa di mana meletakkan sesuatu merupakan gejala lain dari penderita Alzheimer. Tak jarang, penderita Alzheimer akan menuduh orang lain mencuri atau menyembunyikan barang tersebut padahal si penderita Alzheimer yang biasanya meletakkan barang tersebut tidak pada tempatnya.

Salah Membuat Keputusan

Ciri paling menonjol lain pada penderita Alzheimer ialah berpakaian tidak serasi. Sebagai contoh, penderita Alzheimer bisa menggunakan kaos kaki berwarna merah di kiri dan kaos kaki berwarna biru di kanan tanpa merasa ada masalah. Penderita Alzheimer pun cenderung tak bisa merawat diri sendiri dengan baik. Di samping itu, penderita Alzheimer tidak dapat memperhitungkan pembayaran dalam berinteraksi sehingga kerap memberikan jumlah uang yang jauh lebih banyak dari jumlah yang seharusnya dibayarkan.

Menarik Diri Dari Pergaulan

Kehilangan semangat atauputn inisiatif untuk melakukan suatu aktivitas ataipun hobi yang biasa dinikmati juga bagian dari gejala Alzheimer. Biasanya kehilangan semangat ini juga diiringi dengan hilangnya semangat untuk berkumpul dan bersosialisasi dengan teman.

Perubahan Perilaku dan Kepribadian

Emosi yang berubah secara drastis juga menjadi pertanda dari Alzheimer. Penderita Alzheimer seringkali menjadi bingung, curiga, depresi ataupun menjadi tergantung yang berlebihan pada anggota keluarga. Tak jarang, penderita Alzheimer merasa mudah kecewa dan putus asa baik di rumah ataupun dalam pekerjaan.

Sumber : Republika

%d bloggers like this: